Salesforce resmi menyepakati akuisisi terhadap startup teknologi pertahanan Rune Technologies dalam transaksi kombinasi tunai dan saham senilai $375 juta, sebagaimana dilaporkan pertama kali oleh Resilience Media. Langkah ini mempertegas agresivitas raksasa perangkat lunak enterprise tersebut dalam memperluas penetrasi ke sektor pertahanan dan keamanan nasional melalui divisi khususnya, Missionforce.
Didirikan pada tahun 2024, Rune mengembangkan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu militer Amerika Serikat memprediksi kebutuhan rantai pasok serta mengelola alur logistik operasional langsung dari lapangan tempur. Startup ini sebelumnya telah mengantongi pendanaan modal ventura sebesar 127 juta.
Integrasi teknologi Rune ke dalam platform Missionforce menandai pergeseran strategis Salesforce dari sekadar penyedia manajemen relasi pelanggan (CRM) dan perencanaan administratif back-office menuju penyokong langsung operasional taktis di medan tugas. Unit Missionforce sendiri mencatatkan akselerasi pendapatan hingga 80% year over year (YoY), didorong salah satunya oleh kontrak baru berdurasi 10 tahun senilai $5,6 miliar bersama Angkatan Darat AS (U.S. Army). Melalui data logistik garis depan milik Rune, Missionforce akan memproses informasi armada dan inventaris pasokan secara real-time guna meminimalisasi hambatan distribusi di lapangan.
Akuisisi ini sekaligus memperpanjang deretan belanja korporasi Salesforce di ranah merger dan akuisisi (M&A) sepanjang tahun 2026. Sebelum memboyong Rune, Salesforce telah mengakuisisi platform agentic AI Fin senilai 1,2 miliar, serta menandatangani perjanjian akuisisi Listen Labs. Rangkaian manuver ini mengindikasikan strategi agresif raksasa SaaS dalam mengonsolidasikan teknologi agen AI khusus ke dalam lini produk vertikal dengan alokasi anggaran belanja publik yang tebal dan defensif.