Konteks Peristiwa
Microsoft untuk pertama kalinya membuka rincian pendapatan riil divisi komputasi awan Azure dalam denominasi dolar pada laporan keuangan kuartal Juli–September 2026. Selama bertahun-tahun, Microsoft hanya mempublikasikan pertumbuhan persentase tanpa membeberkan nilai pendapatan riil Azure. Dalam laporan terbaru, Azure mencatatkan pendapatan sebesar 32,3 miliar serta proyeksi internal CFO Amy Hood.
Transparansi angka ini memungkinkan perbandingan langsung antara Azure dengan para pesaing utamanya, Amazon Web Services (AWS) dan Google Cloud. Alphabet yang turut merilis kinerja keuangannya di hari yang sama membukukan pendapatan Google Cloud sebesar $30,7 miliar (mencakup langganan Google Workspace). Dengan pencapaian tersebut, Azure kini resmi unggul tipis atas Google Cloud dalam skala pendapatan kuartalan, meski divisi komputasi cloud Alphabet mencatat laju akselerasi tahunan yang lebih cepat.
Restrukturisasi laporan keuangan Microsoft menempatkan Azure di bawah segmen bisnis baru bernama Agents and Infra, menggantikan klasifikasi lama Intelligent Cloud. Segmen baru yang menggabungkan infrastruktur komputasi Azure dengan lini komersial cloud Microsoft 365 ini membukukan total pendapatan 92,3 miliar.
Langkah transparansi Microsoft ini memanaskan persaingan menjelang rilis kinerja keuangan Amazon yang menaungi AWS. Bagi kalangan investor dan pengamat industri, pengungkapan nominal riil ini memberikan tolok ukur jelas mengenai sejauh mana adopsi belanja modal (capex) kecerdasan buatan mampu dikonversi menjadi aliran kas pendapatan riil pada lapisan infrastruktur cloud global.