Riset Convovo Ungkap Polarisasi Politik Model AI: Grok 4.7 Pilih Republik 92% dan GPT-6.1 Dukung Demokrat 97%

Riset Convovo dan Cornell University mengungkap Grok 4.7 xAI merekomendasikan kandidat Partai Republik di 92% kasus, sementara GPT-6.1 OpenAI memilih Partai Demokrat hingga 97%.

> date: 2026-10-26 | > source: TechCrunch & Pew Research | > 2m read
#ai #grok #openai #convovo #research
Riset Convovo Ungkap Polarisasi Politik Model AI: Grok 4.7 Pilih Republik 92% dan GPT-6.1 Dukung Demokrat 97%
> ON THIS PAGE [2] [TOGGLE]

Konteks Peristiwa

Sebuah studi independen terbaru yang dirilis Convovo, studio riset interaksi AI di bawah pimpinan Profesor Tapan Parikh dari Cornell University, mengungkap adanya kecenderungan politis tersembunyi pada model fondasi komersial. Ketika diuji pada simulasi pemilihan umum sela Amerika Serikat yang mencakup hampir 500 kontestasi elektoral, model Grok 4.7 milik SpaceXAI dan GPT-6.1 Sol milik OpenAI menunjukkan polarisasi tajam saat dipaksa menentukan satu pilihan kandidat tanpa diperbolehkan memberikan jawaban netral.

Dalam skenario pengujian via Developer API dengan instruksi prompt tegas untuk menyebutkan satu nama kandidat tanpa kompromi, Grok 4.7 merekomendasikan kandidat dari Partai Republik pada 92% jawaban. Sebaliknya, GPT-6.1 Sol secara konsisten memilih kandidat dari Partai Demokrat pada 97% skenario pengujian. Sepanjang ratusan simulasi wilayah pemilihan, kedua model hanya menyepakati pilihan kandidat yang sama di bawah 10% kasus.

Perbedaan Perilaku Sistem dan Mekanisme Pencarian Informasi

Pihak OpenAI menegaskan bahwa aplikasi konsumen ChatGPT tetap dirancang netral secara bawaan dan menolak secara eksplisit apabila pengguna umum memintanya memihak politisi tertentu. OpenAI berargumen bahwa hasil pengujian Convovo dihasilkan melalui pemanggilan API pengembang dengan instruksi pemaksaan yang tidak merefleksikan pengalaman pengguna harian. Kendati demikian, tim peneliti Cornell University menemukan bahwa proteksi netralitas pada aplikasi web konsumen masih dapat ditembus melalui teknik rekayasa prompt sederhana (jailbreaking).

Analisis mendalam terhadap jejak pencarian web (retrieval augmented) menunjukkan bahwa kedua model memiliki kecenderungan seleksi sumber yang berbeda. Grok 4.7 lebih sering merujuk panduan pemilih konservatif dan platform X dengan fokus pencarian pada isu imigrasi, perpajakan, dan keamanan perbatasan. Sementara itu, GPT-6.1 lebih memprioritaskan penelusuran topik layanan kesehatan dan hak reproduksi. Ketika fitur pencarian internet dinonaktifkan murni bersandar pada bobot data pelatihan (training data weights), GPT tetap mempertahankan preferensi kandidat Demokrat pada 24 dari 30 sampel distrik, sedangkan Grok memilih menolak memberikan rekomendasi pada 27 dari 30 kasus.