Konteks Peristiwa
Platform desain grafis Canva resmi meluncurkan model kecerdasan buatan (generative AI) pembuat gambar pertamanya yang dikembangkan secara internal (in-house), bernama Canva Craft. Peluncuran ini menandai langkah strategis perusahaan asal Australia tersebut untuk bersaing langsung dengan pengembang model fondasi terkemuka seperti OpenAI, Google, dan Microsoft di segmen pembuatan konten visual berbasis kecerdasan buatan.
Canva Craft dibangun dengan arsitektur sistem dua tahap (two-stage architecture). Melalui pendekatan ini, model terlebih dahulu menyusun dan merencanakan tata letak (layout) serta komposisi desain secara konseptual sebelum merender gambar akhir. Pendekatan dua tahap tersebut diklaim mampu meningkatkan presisi penempatan objek secara signifikan serta menghasilkan tipografi teks yang jauh lebih terbaca dan konsisten dibandingkan model difusi konvensional generasi sebelumnya. Model ini mendukung keluaran resolusi hingga 2K dalam lebih dari 30 pilihan rasio aspek (aspect ratio).
Pelatihan Model dan Posisi Benchmark
Canva melatih Canva Craft menggunakan jutaan templat kreasi manusia dari pustaka internal platformnya, mencakup berbagai format seperti materi presentasi, infografis, menu, hingga konten media sosial. Berdasarkan papan peringkat evaluasi crowdsourced Design Arena untuk model generatif visual, Canva Craft langsung menempati peringkat keempat global, tepat di bawah jajaran model gambar OpenAI yaitu GPT-Image-2.5 Sunburst, GPT-Image-2.5 Flare, dan GPT-Image-2.
Selain kapabilitas pembuatan visual, Canva melengkapi Craft dengan sistem moderasi konten berlapis, kontrol privasi, dan alat pelaporan kepatuhan. Ke depan, Canva juga berencana merilis varian model yang lebih ringan dan teroptimasi, yakni Craft-fast dan Craft-ultrafast, serta membuka integrasi agen otonom pihak ketiga ke dalam ekosistem Canva Craft melalui standar terbuka Model Context Protocol (MCP). Fitur ini telah tersedia secara global bagi seluruh pengguna Canva melalui menu Dream Lab.