Konteks Peristiwa
Hakim Jonathan Beach dari Pengadilan Federal Australia resmi menjatuhkan putusan perbaikan hukum (remedies) dalam sengketa antimonopoli berkepanjangan antara pengembang gim Epic Games melawan Apple. Dalam keputusan yang dibacakan pada Kamis (22/10/2026), Apple diperintahkan untuk mengakhiri monopoli distribusi aplikasi dan membolehkan kehadiran toko aplikasi pihak ketiga (alternative app marketplaces), mekanisme instalasi langsung dari web (sideloading), serta sistem pemrosesan pembayaran alternatif bagi seluruh pemilik akun Apple di Australia. Perubahan struktural pada ekosistem iOS ini diwajibkan berlaku penuh tanpa batas waktu kedaluwarsa paling lambat pada 1 Maret 2027.
Selain membuka ekosistem iOS secara umum, hakim juga menerbitkan perintah spesifik yang mewajibkan Apple untuk segera menerima kembali gim Fortnite dan aplikasi buatan Epic Games lainnya ke dalam App Store Australia. Pemulihan akun pengembang Epic Games dijadwalkan berlaku instan begitu Epic mengajukan permohonan tertulis resmi kepada Apple. Keputusan ini turut menghapus klausul anti-steering, sehingga para pengembang diizinkan mengarahkan pengguna iPhone ke kanal eksternal untuk melakukan transaksi digital tanpa terikat potongan komisi standar 30 persen dari Apple.
Meskipun menjatuhkan kewajiban pembukaan ekosistem yang luas, pengadilan menolak tuntutan Epic Games yang meminta perubahan ini diberlakukan secara global di luar yurisdiksi Australia. Pengadilan juga tetap mengizinkan Apple mempertahankan protokol pengamanan teknis, seperti proses notarization, guna memverifikasi bahwa aplikasi pihak ketiga bebas dari malware dan ancaman siber sebelum dipasang pengguna. Merespons putusan tersebut, perwakilan Apple menyatakan kekecewaannya dan mengonfirmasi rencana untuk mengajukan banding serta memohon penangguhan pelaksanaan perintah (stay of execution), dengan dalih perlindungan privasi pengguna.
Putusan di Australia ini menandai terobosan hukum besar berikutnya terhadap model taman bertembok (walled garden) Apple di luar Uni Eropa, setelah sebelumnya raksasa teknologi asal Cupertino tersebut dipaksa melonggarkan iOS di pasar Eropa di bawah regulasi Digital Markets Act (DMA). Kemenangan strategis Epic Games di pengadilan persemakmuran ini diproyeksikan akan memperkuat tekanan regulasi di berbagai yurisdiksi lain—termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Inggris—untuk menuntut interoperabilitas serupa pada sistem operasi perangkat seluler.