CERN dan Mistral AI Sepakati Kemitraan Kembangkan Large Physics Model untuk Eksperimen Partikel

CERN dan Mistral AI menandatangani kemitraan strategis untuk melatih model fondasi fisika pertama, memproses miliaran data simulasi tabrakan partikel pada Large Hadron Collider.

> date: 2026-10-18 | > source: CERN & Reuters | > 2m read
#ai #cern #mistral-ai #physics #foundation-model
CERN dan Mistral AI Sepakati Kemitraan Kembangkan Large Physics Model untuk Eksperimen Partikel
> ON THIS PAGE [1] [TOGGLE]

Konteks Peristiwa

Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN) dan laboratorium kecerdasan buatan asal Prancis, Mistral AI, resmi menandatangani nota kesepahaman (statement of intent) untuk membangun model fondasi ilmiah terpadu. Kolaborasi jangka panjang ini difokuskan pada pengembangan model AI skala besar yang dinamai Large Physics Model (dikenal secara internal sebagai proyek Flare), dirancang khusus untuk memproses dan menginterpretasikan data kompleks dari akselerator partikel terbesar di dunia, Large Hadron Collider (LHC).

Langkah ini menandai pergeseran fundamental dalam komputasi fisika energi tinggi. Selama ini, analisis rekonstruksi data di CERN mengandalkan serangkaian algoritma khusus yang terpisah secara modular untuk memetakan sinyal mentah detektor—seperti jejak di detektor silikon dan endapan energi kalorimeter—menjadi partikel teridentifikasi. Melalui proyek Flare, arsitektur foundation model yang serupa dengan fondasi model bahasa besar (LLM) akan dilatih menggunakan miliaran simulasi tumbukan proton-proton untuk menggantikan rantai algoritma bertahap tersebut menjadi satu kesatuan model terpadu.

Kepala Pejabat Informasi (CIO) CERN, Enrica Porcari, menyatakan bahwa fisika partikel menyediakan lingkungan pengujian yang sangat ketat untuk model AI tingkat lanjut. CERN saat ini menyimpan sekitar satu exabyte (satu juta terabyte) data eksperimen dari LHC. Kebutuhan komputasi dan pemrosesan data diproyeksikan melonjak hingga sepuluh kali lipat saat proyek High-Luminosity LHC (HL-LHC) mulai beroperasi penuh sekitar tahun 2030, di mana frekuensi tabrakan per persilangan berkas partikel akan meningkat drastis dari 60 menjadi hingga 200 tumbukan.

CEO Mistral AI Arthur Mensch menegaskan bahwa penguasaan model frontier kini krusial bagi kemajuan riset sains fundamental dan kedaulatan teknologi Eropa. Eksperimen awal pada algoritma rekonstruksi berbasis machine learning menunjukkan lonjakan efisiensi signifikan saat dijalankan pada akselerator GPU dibandingkan pemrosesan CPU tradisional, sekaligus membuka potensi deteksi anomali fisika baru di luar Standar Model secara otomatis.