Konteks Peristiwa
Bank of America merekrut 1.000 tenaga kerja kontrak eksternal untuk mendampingi 3.000 staf teknis internal mereka dalam menambal kerentanan perangkat lunak perbankan. Lonjakan kebutuhan penanganan kode ini dipicu oleh kemampuan audit model frontier AI generasi terbaru—termasuk Claude Mythos dari Anthropic—yang secara agresif mengungkap celah keamanan tersembunyi pada sistem perbankan berumur puluhan tahun serta kode dari vendor pihak ketiga.
Chief Executive Officer Bank of America Brian Moynihan mengungkapkan dalam wawancara bersama CNBC pasca laporan keuangan kuartal ketiga bahwa pengerahan ribuan personel tersebut telah berlangsung sejak kuartal kedua dan masih berlanjut hingga saat ini. Upaya mitigasi keamanan siber dan kepatuhan regulasi anti-pencucian uang (AML) tersebut menambah beban biaya operasional bank hingga mencapai ratusan juta dolar sepanjang kuartal ketiga 2026.
Fenomena ini menggarisbawahi paradoks adopsi AI di sektor perbankan dan enterprise global. Di satu sisi, model AI berkecepatan tinggi mampu memindai dan menemukan ribuan kerentanan sistemik jauh lebih cepat daripada tim manusia. Namun di sisi lain, proses verifikasi, penulisan tambalan kode (patching), dan audit integrasi ulang tetap menuntut campur tangan manusia dalam jumlah besar agar tidak memicu gangguan pada infrastruktur transaksi finansial harian.
Meskipun biaya perbaikan jangka pendek melonjak signifikan, Moynihan menegaskan bahwa pengeluaran ini bersifat sementara dan akan melandai setelah backlog kerentanan terselesaikan. Bank of America saat ini juga mengoperasikan sekitar 130 proyek AI internal yang diproyeksikan menghemat biaya operasional perusahaan dari 700 juta pada akhir 2027.