Ricursive Intelligence Kembangkan AI Desainer Chip untuk Pangkas Siklus Produksi dan Atasi Krisis Komputasi

Ricursive Intelligence meluncurkan sistem AI yang mampu merancang arsitektur chip mandiri secara iteratif guna memangkas siklus riset dan mengatasi lonjakan beban komputasi data center.

> date: 2026-10-15 | > source: TechCrunch | > 2m read
#ai #semiconductor #hardware #datacenter #ricursive
Ricursive Intelligence Kembangkan AI Desainer Chip untuk Pangkas Siklus Produksi dan Atasi Krisis Komputasi
> ON THIS PAGE [1] [TOGGLE]

Konteks Peristiwa

Startup semikonduktor Ricursive Intelligence memperkenalkan sistem kecerdasan buatan terbarunya di panggung TechCrunch Disrupt 2026 di San Francisco. Sistem ini dirancang untuk mengotomatisasi seluruh alur perancangan chip silikon, mulai dari penempatan komponen hingga verifikasi desain, sekaligus mengevaluasi dan memperbaiki arsitektur silikon secara mandiri pada setiap iterasi.

Co-founder dan CEO Ricursive Intelligence, Anna Goldie, bersama CTO Azalia Mirhoseini, menegaskan bahwa percepatan siklus desain silikon merupakan kunci utama dalam meredam krisis daya dan kapasitas komputasi global. Menurut proyeksi industri, permintaan daya komputasi akan melonjak setidaknya 10.000 kali lipat dalam lima tahun ke depan. Membangun fasilitas fisik data center dalam jumlah eksponensial dinilai tidak lagi realistis dari segi ketersediaan lahan, energi listrik, dan pasokan wafer di pabrik semikonduktor (fab).

Ricursive mengadopsi pendekatan optimasi menyeluruh (full-chip optimization) alih-alih memecah chip menjadi puluhan blok kecil seperti metode manual konvensional. Pendekatan ini memungkinkan AI menemukan tata letak sirkuit non-konvensional yang efisien, menyerupai pola melingkar (donut-shaped) atau formasi gelombang, yang terbukti melampaui efisiensi desain rancangan teknisi manusia sebelumnya pada proyek AlphaChip di Google Brain.

Dengan memangkas waktu rancang bangun chip dari hitungan tahun menjadi hanya beberapa minggu, produsen dapat menciptakan chip kustom berbasis aplikasi secara lebih fleksibel dan ekonomis untuk beragam kebutuhan, termasuk kecerdasan buatan, komputasi biologis, hingga perangkat realitas tertambah (augmented reality).