Pada konferensi Config perdananya di India, platform desain kolaboratif Figma meluncurkan serangkaian fitur baru yang dirancang khusus untuk mengontrol dan mengintegrasikan agen kecerdasan buatan (AI) ke dalam alur kerja desain. Fitur utama yang diperkenalkan adalah Figma Specs, sebuah editor berbasis Markdown yang memungkinkan tim produk mendokumentasikan aturan tata desain, pedoman merek, serta konteks pustaka kode secara terpusat agar dapat dibaca dan dipatuhi secara langsung oleh agen AI otonom saat memanipulasi elemen di atas canvas.
Pengendalian Non-Deterministik dan Standarisasi MCP
Langkah ini diambil Figma untuk mengatasi sifat alami model generatif AI yang non-deterministik dan kerap menghasilkan output visual yang menyimpang dari standar antarmuka (design system) perusahaan. Dokumen Figma Specs dapat berdiri sendiri maupun disematkan berdampingan di canvas kerja, menghubungkan komponen grafis, diagram FigJam, dan variabel desain. Bersamaan dengan pembaruan tersebut, Figma mengumumkan dukungan integrasi Model Context Protocol (MCP) untuk menghubungkan konteks desain dengan lebih dari 20 agen dan alat eksternal, termasuk Open Code, Dia, Grok Bot, hingga startup AI Sarvam.
Ekspansi Code Layers dan Integrasi Headless CMS
Selain Figma Specs, perusahaan resmi merilis akses public beta untuk fitur Code Layers yang sebelumnya hanya tersedia dalam tahap uji coba tertutup sejak pertengahan tahun ini. Fitur ini memungkinkan pengguna maupun agen AI untuk menyematkan logika kode langsung ke dalam elemen desain di canvas, mengubah purwarupa visual statis menjadi prototipe fungsional yang interaktif atau mengekstraknya menjadi kode aplikasi. Chief Design Officer Figma, Loredana Crisan, mengungkapkan bahwa volume penulisan kode kini melonjak hingga 17 kali lipat berkat bantuan AI, namun angka peluncuran produk hanya naik 1,3 kali lipat. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar kode yang dihasilkan saat ini dimanfaatkan untuk eksplorasi rancangan produk sebelum masuk tahap rilis resmi.
Sebagai pelengkap alur kerja pengembangan web, Figma juga menuntaskan integrasi mesin headless CMS sumber terbuka Payload ke dalam produk Figma Make. Melalui penggabungan ini, tim pengembang dapat mengelola dan menyajikan konten dinamis langsung dari kanvas desain tanpa konfigurasi backend yang rumit. Rangkaian pembaruan ini menandai evolusi Figma dari sekadar aplikasi desain vektor menjadi pusat koordinasi perangkat lunak tempat desainer dan agen AI membangun produk secara terintegrasi.