Character.AI Ajukan Kebangkrutan Bab 11 dan Sepakati Penjualan Aset $20 Juta ke Disney

Platform chatbot Character.AI resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 di AS dan menyepakati penjualan sebagian aset teknologi ke Disney senilai $20 juta.

> date: 2026-10-14 | > source: TechCrunch & CBS News | > 2m read
#ai #character-ai #startup #disney #business
Character.AI Ajukan Kebangkrutan Bab 11 dan Sepakati Penjualan Aset $20 Juta ke Disney
> ON THIS PAGE [1] [TOGGLE]

Konteks Peristiwa

Startup pengembang platform chatbot interaktif terkemuka, Character Technologies Inc. (Character.AI), resmi mengajukan permohonan perlindungan kebangkrutan Bab 11 (Chapter 11 bankruptcy) di Pengadilan Kepailitan AS untuk Distrik Delaware. Dalam dokumen pengadilan, perusahaan mencatat estimasi nilai aset dan liabilitas berkisar antara 50jutahingga50 juta hingga100 juta. Bersamaan dengan proses restrukturisasi yang diawasi pengadilan ini, Character.AI telah menyepakati penjualan sebagian aset teknologi serta pemberian lisensi non-eksklusif abadi (perpetual license) kepada The Walt Disney Company senilai $20 juta.

CEO Character.AI Colin Adams menyatakan bahwa penjualan terawasi ini merupakan langkah paling optimal untuk memaksimalkan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan setelah menghadapi tekanan berat di bidang hukum, regulasi, dan biaya operasional. Perusahaan dijadwalkan tetap beroperasi selama proses lelang aset berlangsung hingga akhir November atau awal Desember 2026. Namun, Adams menegaskan apabila tidak ditemukan penawar atau pembeli yang bersedia mendanai kelangsungan operasional penuh, platform chatbot tersebut terpaksa akan ditutup permanen (wound down).

Didirikan pada akhir 2021 oleh mantan teknisi Google Noam Shazeer dan Daniel De Freitas, Character.AI sempat menjadi ikon ledakan generatif AI dengan valuasi miliaran dolar (unicorn). Namun, dinamika internal berubah drastis setelah Google membayar $2,7 miliar pada Agustus 2024 untuk melisensikan model fondasi startup tersebut sekaligus merekrut kembali kedua pendirinya. Di bawah kepemimpinan baru, Character.AI menghentikan pelatihan model fondasi mandiri dan beralih fokus mengejar pertumbuhan pengguna, termasuk bereksperimen dengan fitur video AI dan konten cerita interaktif.

Kegagalan mempertahankan kelangsungan bisnis Character.AI menyoroti tantangan struktural berat dalam monetisasi aplikasi AI konsumen (consumer-facing AI). Data firma analitik Sensor Tower mencatat pengguna Character.AI menghabiskan rata-rata lebih dari dua jam setiap hari di aplikasi tersebut. Tingginya interaksi teks interaktif justru memicu lonjakan beban komputasi inferensi (inference cost) yang masif tanpa diimbangi konversi pendapatan langganan yang memadai. Beban finansial ini kian diperparah oleh gelombang gugatan hukum terkait keselamatan anak di bawah umur dan investigasi regulasi di Texas, yang berujung pada pembatasan akses pengguna remaja dan penyelesaian sengketa perdata bernilai besar.

Kini Disney bersiap memanfaatkan teknologi dan tim transisi Character.AI, dipimpin mantan CEO Karandeep Singh Anand yang telah lebih dahulu bergabung ke raksasa hiburan tersebut bulan lalu. Sementara itu, nasib jutaan karakter bot dan basis pengguna setia Character.AI kini sepenuhnya bergantung pada hasil lelang aset pengadilan dalam beberapa pekan mendatang.