Konteks Peristiwa
Meningkatnya penggunaan agen AI otonom untuk melakukan riset belanja hingga mengeksekusi transaksi atas nama pengguna memicu kekhawatiran baru terkait keamanan finansial. Mengingat sifat model bahasa besar (LLM) yang nondeterministik, agen AI rentan mengalami halusinasi atau salah mengeksekusi instruksi belanja. Menanggapi risiko tersebut, American Express resmi memperkenalkan Intent Intelligence Framework, kerangka kerja keamanan yang dirancang untuk menangkap dan mengautentikasi niat pembelian (purchase intent) konsumen sebelum transaksi diselesaikan oleh agen AI.
Kerangka kerja ini melengkapi Agentic Commerce Experiences (ACE) Developer Toolkit yang sebelumnya telah dirilis Amex. Alur verifikasi dimulai dari Create Intent API, yang mencatat instruksi spesifik pengguna beserta batasan transaksi, seperti nama merchant, batas anggaran maksimal, dan preferensi produk. Setelah pengguna mengonfirmasi dan mengautentikasi identitasnya, sistem menerbitkan Intent ID unik dan Proof of Intent Token. Token ini kemudian digunakan oleh agen untuk mendapatkan kredensial pembayaran digital aman saat proses checkout, menggantikan nomor kartu kredit asli milik pengguna.
VP of Agentic Partnerships and Strategy Amex, Hannah Bozian, menjelaskan bahwa pendekatan Amex menarik validasi niat lebih awal ke dalam alur transaksi guna memitigasi risiko sebelum kerugian terjadi. Bozian mencontohkan skenario di mana pengguna meminta agen membeli sepatu lari merek tertentu dengan ukuran spesifik, namun agen justru memproses pesanan merek pesaing; sistem Intent Framework akan memblokir transaksi tersebut secara otomatis karena tidak sesuai token izin awal. Selain mencegah salah beli, jejak audit digital ini memudahkan penanganan sengketa (dispute resolution) dan deteksi penipuan.
Langkah proaktif Amex didorong oleh tingginya minat konsumen terhadap agentic commerce. Berdasarkan riset internal Amex Trendex, 66% konsumen di AS menyatakan tertarik memanfaatkan agen AI untuk membandingkan harga produk dalam 12 bulan ke depan. Ke depan, Amex memproyeksikan agen AI akan menangani transaksi rutin yang lebih otonom, seperti pembelian ulang kebutuhan rumah tangga secara berkala. Amex saat ini tengah berdiskusi dengan berbagai mitra di ekosistem pembayaran global untuk mengadopsi standar tokenized intent ini sebagai fondasi transaksi komputasi otonom masa depan.