Amazon Rampungkan Perakitan Satelit Leo ke-1.000 dan Bersiap Luncurkan Layanan Penantang Starlink

Amazon memproduksi satelit ke-1.000 untuk konstelasi Amazon Leo dan bersiap meluncurkan layanan internet komersial pertamanya pada akhir 2026 guna menyaingi dominasi Starlink.

> date: 2026-10-12 | > source: Yahoo Tech & Ars Technica | > 2m read
#amazon #amazon-leo #starlink #satelit #telekomunikasi
Amazon Rampungkan Perakitan Satelit Leo ke-1.000 dan Bersiap Luncurkan Layanan Penantang Starlink

Amazon resmi menyelesaikan perakitan unit satelit ke-1.000 untuk jaringan konstelasi satelit orbit rendah bumi (low-Earth orbit/LEO) miliknya, Amazon Leo (sebelumnya dikenal sebagai Project Kuiper). Pencapaian di fasilitas pabrik Kirkland, Washington ini menandai lompatan manufaktur signifikan, di mana kapasitas produksi melonjak dari 27 unit pertama yang membutuhkan waktu enam bulan kini menjadi 27 satelit per minggu. Keberhasilan eskalasi produksi ini menempatkan proyek yang telah dirintis sejak 2019 tersebut ke fase operasional nyata untuk menantang monopoli SpaceX Starlink di pasar telekomunikasi satelit global.

Dalam wawancara bersama Ars Technica, Wakil Presiden Amazon Leo, Chris Weber, mengonfirmasi bahwa perusahaan saat ini telah menempatkan 396 satelit di orbit yang sedang dinaikkan ke lintasan operasional akhir. Amazon menargetkan peluncuran layanan komersial perdana dimulai pada akhir 2026 sebelum bertahap melengkapi total 3.232 satelit generasi pertama. Untuk mendukung peluncuran lanjutan sebelum pergantian tahun, Amazon menjadwalkan penerbangan menggunakan roket Vulcan milik United Launch Alliance (ULA) serta tengah memfinalisasi integrasi misi dengan roket Ariane 6 milik Arianespace.

Dari sisi kapabilitas teknis, Amazon mengklaim arsitektur jaringan Leo dirancang untuk menghadirkan kecepatan download hingga 1 Gbps dan upload hingga 400 Mbps. Amazon menyebut spesifikasi ini memberikan keunggulan performa hingga tiga kali lipat pada kecepatan downlink dan delapan hingga sepuluh kali lipat pada kecepatan uplink jika dibandingkan dengan penawaran satelit komersial saat ini. Untuk segmen enterprise dan korporasi, Amazon menyematkan enkripsi standar AES-256 serta opsi interkoneksi privat dari antena langsung menuju gateway darat guna meminimalkan latensi dan celah intersepsi siber.

Sebagai strategi penetrasi pasar, Amazon berencana mengintegrasikan layanan internet Leo secara langsung ke dalam ekosistem perangkat keras dan layanannya sendiri, termasuk lini eero mesh router, Fire TV, kamera keamanan Ring, serta bundling langganan Prime Video. Di sektor transportasi komersial, Amazon telah mengamankan kemitraan strategis dengan maskapai Delta Air Lines untuk menyediakan konektivitas Wi-Fi dalam penerbangan. Langkah ekspansi ini membuka kompetisi head-to-head langsung di sektor infrastruktur internet satelit antara Amazon dan armada Starlink milik SpaceX yang saat ini telah mengoperasikan lebih dari 11.000 satelit di orbit.