Konteks Peristiwa
USA Today Co. bersama 13 jaringan penerbit surat kabar yang menaungi 19 publikasi regional resmi melayangkan gugatan perdata terhadap OpenAI Foundation dan enam entitas terafiliasinya di Pengadilan Distrik Federal Manhattan, New York (Southern District of New York, perkara nomor 1:26-cv-08892). Dalam berkas gugatan yang dilaporkan Reuters, konsorsium media ini menuntut ganti rugi materiil melampaui $250 juta (sekitar Rp 4 triliun), penerbitan perintah larangan pengadilan (injunctive relief), serta pemusnahan seluruh model GPT dan set data pelatihan yang dibangun menggunakan materi berhak cipta milik penggugat.
Gugatan tersebut mencakup karya jurnalistik dari 19 publikasi terkemuka, antara lain USA TODAY, Detroit Free Press, The Arizona Republic, The Indianapolis Star, The Tennessean, dan The Milwaukee Journal Sentinel. Penggugat membeberkan bukti forensik digital bahwa karya mereka telah diduplikasi secara masif ke dalam korpus pelatihan OpenAI, mencakup lebih dari 160.000 entri dalam dataset WebText serta melampaui 122 juta token di dalam snapshot dataset Common Crawl C4. Dari volume tersebut, sekitar 23 juta token berasal langsung dari domain usatoday.com tanpa lisensi maupun kompensasi finansial.
Dipimpin oleh kuasa hukum Steven Lieberman dari firma Rothwell Figg Ernst & Manbeck, tuntutan ganti rugi ini dirinci ke dalam dua kategori hukum utama. Penggugat menuntut denda hingga 25.000 untuk setiap insiden penghapusan informasi manajemen hak cipta (copyright management information). Selain pelanggaran reproduksi data mentah, gugatan menyoroti bahwa kemampuan ChatGPT dalam menyajikan ringkasan dan kutipan langsung secara otomatis telah merebut trafik pembaca, sehingga menggantikan kunjungan langsung pengguna ke situs berita aslinya.
Langkah hukum USA Today Co. kian memperpanjang rentetan sengketa hak cipta terhadap pengembang AI generatif, menyusul gugatan serupa yang diajukan oleh The New York Times, The Seattle Times, The Intercept, dan ratusan penerbit lokal AS lainnya. Meski OpenAI kerap berargumen bahwa penyerapan materi web publik untuk pelatihan model masuk ke dalam doktrin penggunaan wajar (fair use) yang transformatif, sejumlah preseden peradilan federal mulai menunjukkan fragmentasi tafsir hukum. Gugatan ini diperkirakan menjadi salah satu ujian paling menentukan bagi masa depan monetisasi data pelatihan AI serta batas perlindungan industri pers konvensional terhadap model komersial skala besar.