Tesla Ganti Nama 'Full Self-Driving' Menjadi 'Tesla Assisted Driving' di Eropa Usai Ditekan Regulator Jerman

Tesla resmi mengganti nama Full Self-Driving menjadi Tesla Assisted Driving di Eropa setelah otoritas Jerman menilai penamaan sebelumnya menyesatkan konsumen.

> date: 2026-10-10 | > source: TechCrunch & Reuters | > 2m read
#tesla #elon-musk #fsd #automotive #regulasi
Tesla Ganti Nama 'Full Self-Driving' Menjadi 'Tesla Assisted Driving' di Eropa Usai Ditekan Regulator Jerman
> ON THIS PAGE [1] [TOGGLE]

Konteks Peristiwa

Tesla resmi mengubah nama paket fitur bantuan berkendara lanjutannya di pasar Eropa dari "Full Self-Driving (Supervised)" menjadi "Tesla Assisted Driving". Perubahan penamaan ini mulai diterapkan di situs resmi penjualan Tesla di sejumlah negara Eropa seperti Jerman, Spanyol, Slowakia, dan Belanda, menyusul desakan regulator transportasi yang menilai istilah kemudi otomatis penuh tersebut berpotensi menyesatkan pembeli.

Konsesi penamaan ini disepakati usai Menteri Transportasi Jerman, Steffen Bilger, bertemu langsung dengan manajemen Tesla bulan lalu. Kementerian Transportasi Jerman (BMV) menegaskan bahwa sistem FSD bukan teknologi yang sepenuhnya mengambil alih kendali mobil tanpa intervensi manusia, melainkan sistem bantuan pengemudi (ADAS Level 2) yang mewajibkan pengemudi untuk tetap waspada setiap saat dan memegang tanggung jawab hukum penuh. Sebagai imbalan atas perubahan nama tersebut, pemerintah Jerman menyatakan komitmennya untuk mengadvokasi persetujuan teknologi bantuan berkendara Tesla ini di hadapan otoritas regulasi Uni Eropa menjelang pemungutan suara resmi yang dijadwalkan berlangsung akhir tahun ini.

Langkah ini menjadi pergeseran strategi signifikan bagi CEO Tesla Elon Musk, yang selama bertahun-tahun mempertahankan nama FSD di pasar global meskipun menghadapi penyelidikan intensif serta gugatan hukum di Amerika Serikat terkait klaim keselamatan berkendara. Di pasar domestik AS, Tesla masih mempertahankan nama Full Self-Driving (Supervised) dengan skema langganan $99 per bulan. Namun, di Eropa, persetujuan regulasi menjadi syarat mutlak untuk membuka potensi pendapatan berulang dari jutaan unit kendaraan yang telah beredar di benua tersebut.

Laporan investigasi Reuters mengungkapkan bahwa kampanye lobi Tesla di Eropa menghadapi pengawasan ketat setelah regulator keselamatan kendaraan Belanda (RDW) serta otoritas konsumen Swedia dan Italia mempertanyakan validitas data klaim keselamatan internal Tesla. Saat ini, delapan negara anggota Uni Eropa telah memberikan izin awal bagi operasional sistem tersebut di wilayah masing-masing, sementara persetujuan menyeluruh di tingkat blok membutuhkan dukungan setidaknya 15 dari 27 negara anggota yang mewakili minimal 65% populasi Uni Eropa.