XPENG Resmikan Layanan Robotaxi YOYO Berbasis Chip AI Turing 3.000 TOPS dan Model VLA 2.0

XPENG meluncurkan layanan robotaxi komersial XPENG YOYO bertenaga empat chip Turing AI 3.000 TOPS dan model VLA 2.0, membuka pendaftaran uji coba publik menuju operasional penuh 2027.

> date: 2026-10-09 | > source: TechNode & PR Newswire | > 2m read
#xpeng #robotaxi #autonomous-driving #ai-chips #physical-ai
XPENG Resmikan Layanan Robotaxi YOYO Berbasis Chip AI Turing 3.000 TOPS dan Model VLA 2.0
> ON THIS PAGE [1] [TOGGLE]

Konteks Peristiwa

Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, XPENG, resmi mengumumkan nama merek global untuk divisi armada otonomnya, XPENG YOYO (dikenal di pasar domestik Tiongkok sebagai Xiaopeng Youyou). Bersamaan dengan peluncuran identitas komersial ini, XPENG membuka pendaftaran uji coba publik melalui mini-program XPENG YOYO Autonomous Driving berbasis kode undangan (invitation codes). Langkah ini menandai transisi penting dari pengujian validasi teknis internal karyawan menuju tahapan operasional riil bersama pengguna publik di jalan raya Guangzhou.

Armada robotaxi XPENG YOYO dibangun menggunakan platform SUV flagship XPENG GX dan mengusung spesifikasi komputasi tertinggi di industri kendaraan otonom saat ini. Setiap unit dilengkapi dengan empat prosesor AI Turing rancangan mandiri (in-house) yang menyemburkan total daya komputasi efektif onboard hingga 3.000 TOPS. Seluruh sistem navigasi dan pengambilan keputusan otonom digerakkan oleh model fondasi generasi kedua Vision-Language-Action (VLA 2.0).

Berbeda dari penyedia robotaxi konvensional yang sangat bergantung pada sensor LiDAR berbiaya tinggi dan pemetaan digital definisi tinggi (HD maps), XPENG mengadopsi pendekatan persepsi visual murni (pure vision). Arsitektur ini mengombinasikan jaringan kamera beresolusi tinggi dengan model VLA 2.0 yang mampu menalar situasi lingkungan jalan secara langsung (end-to-end). Untuk menjamin aspek keselamatan operasional Level 4 (L4), XPENG menyematkan sistem redundansi perangkat keras dan kontrol enam lapis (six-layer redundancy) serta fasilitas pengambilalihan kendali jarak jauh berbasis komputasi cloud.

Secara strategis, inisiatif ini memperluas portofolio Physical AI XPENG dari asisten kemudi L2 di kendaraan komersial menuju layanan mobilitas otonom penuh. CEO XPENG He Xiaopeng menyatakan bahwa perusahaan membidik pencapaian operasional tanpa pengemudi keselamatan sama sekali (fully driverless) pada paruh kedua 2027. Di bawah model bisnis kemitraan ekosistem, XPENG bertindak sebagai penyedia platform perangkat keras, perangkat lunak otonom, dan lisensi teknologi, sementara pengelolaan armada harian akan digarap bersama mitra operator lokal guna mengejar profitabilitas unit kendaraan tunggal (single-vehicle profitability).