Konteks Peristiwa
Kementerian Sains dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (MSIT) Korea Selatan mengumumkan perombakan besar-besaran terhadap strategi pengembangan kecerdasan buatan nasional. Pemerintah Seoul mengusulkan alokasi investasi ekuitas negara senilai 4,7 triliun won (sekitar $3,49 miliar atau setara Rp55 triliun) dalam rancangan anggaran tahun 2027 untuk mendanai riset dan pembangunan model AI tingkat frontier mandiri. Program terpadu ini dijadwalkan mulai berjalan pada Maret 2027 setelah pembahasan anggaran di Majelis Nasional rampung pada akhir tahun ini.
Wakil Menteri Kedua Sains dan TIK, Ryu Je-myung, memaparkan bahwa restrukturisasi ini membagi inisiatif AI Korea Selatan ke dalam dua jalur terpisah. Jalur pertama berfokus pada pendanaan intensif untuk menghasilkan satu model AI frontier kelas atas melalui konsorsium atau badan usaha khusus, sedangkan jalur kedua ditujukan untuk mempercepat implementasi dan adopsi komersial model-model AI lokal di berbagai sektor industri. Kebijakan ini menggantikan kerangka lama Dokpamo yang sebelumnya hanya membagi dukungan komputasi sekitar 1.000 unit GPU per tim finalis—skala yang dinilai Ryu terlalu kecil untuk mengejar ketertinggalan teknologi dengan raksasa global.
Melalui skema kompetisi baru, pemerintah Korea Selatan membuka pintu seleksi tidak hanya bagi finalis konsorsium konglomerat yang saat ini bertahan—seperti LG AI Research, SK Telecom, dan Upstage—tetapi juga bagi startup teknologi baru dan investor swasta. Pemerintah menyadari bahwa bersaing secara langsung dengan lab frontier terdepan asal Amerika Serikat seperti OpenAI dan Google adalah target yang kurang realistis dalam jangka pendek. Sebagai gantinya, Korea Selatan mematok target realistis: membangun model berkinerja tinggi yang mampu menandingi kemampuan model-model open-source terkemuka asal Tiongkok, seperti keluarga model Qwen milik Alibaba.
Untuk menopang ambisi komputasi tersebut, pemerintah bersiap mengonsolidasikan dan mendistribusikan sekitar 29.000 unit GPU yang telah dibeli atau sedang disiapkan secara bertahap hingga akhir tahun. Seleksi tahap ketiga dari program yang sedang berjalan akan diselesaikan pada Januari hingga pertengahan Februari 2027, sebelum proses tender terbuka proyek frontier 4,7 triliun won resmi digelar untuk menetapkan pengembang utama.