Google Orbitkan Satelit Purwarupa Project Suncatcher Bawa 4 Chip AI TPU ke Luar Angkasa

Google mengorbitkan satelit purwarupa Project Suncatcher bersama SpaceX dan Planet guna menguji operasional empat chip AI TPU di orbit Bumi rendah.

> date: 2026-10-03 | > source: Google Research & TechCrunch | > 2m read
#google #ai #tpu #spacex #hardware
Google Orbitkan Satelit Purwarupa Project Suncatcher Bawa 4 Chip AI TPU ke Luar Angkasa

Google Research mengumumkan keberhasilan peluncuran satelit purwarupa Project Suncatcher ke orbit Bumi rendah (LEO). Wahana antariksa berukuran sebesar lemari pendingin tersebut meluncur dari Vandenberg Space Force Base di California menumpang roket Falcon 9 milik SpaceX dalam misi rideshare Transporter-18. Tim teknis Google mengonfirmasi kontak telemetri pertama telah terjalin dan seluruh instrumen satelit beroperasi normal sesuai rencana.

Satelit ini dikembangkan melalui kolaborasi strategis antara tim rekayasa kecerdasan buatan Google dan perusahaan observasi Bumi, Planet Labs. Di dalamnya tertanam empat chip akselerator Google Tensor Processing Unit (TPU) generasi terkini yang dikonfigurasi untuk memproses beban kerja machine learning. Misi eksperimental ini dirancang untuk mengumpulkan data riil in-orbit mengenai ketahanan arsitektur silikon TPU terhadap paparan radiasi kosmik, getaran mekanis ekstrem saat peluncuran, serta efektivitas pendinginan termal di lingkungan hampa udara tanpa aliran konveksi.

Langkah eksplorasi komputasi antariksa ini merupakan respons jangka panjang terhadap keterbatasan pasokan daya listrik dan lahan data center di darat (terrestrial grid). Melalui publikasi riset di jurnal ilmiah Joule, tim peneliti Google memaparkan potensi pemanfaatan energi surya yang nyaris konstan di luar atmosfer bumi. Visi ke depan Project Suncatcher mencakup pengembangan konstelasi satelit AI bertenaga surya yang saling terhubung melalui transmisi laser berkecepatan tinggi (inter-satellite optical links) untuk mendistribusikan komputasi inferensi dan pelatihan model skala besar.

Pengujian awal satelit ini akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan guna memantau integritas komputasi dan memori terhadap gangguan partikel radiasi antariksa (single-event upsets). Data evaluasi dari misi perdana ini akan menjadi acuan desain klaster komputasi orbital skala penuh yang ditargetkan memasuki tahap uji coba formasi berikutnya pada 2027.