Amazon sedang menyelesaikan rencana untuk memindahkan kepemilikan prosesor AI Nvidia senilai sekitar $8 miliar ke dalam wadah investasi khusus (special-purpose vehicle / SPV) yang didukung permodalan eksternal. Mengutip laporan Financial Times, skema rekayasa finansial ini dirancang untuk meringankan beban belanja modal (capital expenditure) di neraca keuangan (balance sheet) raksasa teknologi tersebut, di tengah melonjaknya biaya pengadaan perangkat keras akselerator komputasi kecerdasan buatan.
Berdasarkan struktur transaksi yang diajukan, ribuan chip Nvidia Grace Blackwell yang telah terpasang di jaringan data center Amazon Web Services (AWS) di berbagai negara bagian seperti Virginia dan Nevada akan dialihkan ke dalam kepemilikan SPV. Entitas ini akan menghimpun dana dari investor institusional melalui penerbitan instrumen utang, sementara Amazon diperkirakan mempertahankan kepemilikan ekuitas hingga 10 persen. Setelah pengalihan tuntas, Amazon akan menyewa kembali (lease back) chip tersebut untuk menyediakan kapasitas komputasi bagi pelanggan cloud AWS.
Langkah Amazon ini menyerupai model pembiayaan infrastruktur padat modal yang lazim diterapkan pada armada pesawat komersial atau proyek real estat skala besar. Bedanya, aset dasar yang diagunkan dan menghasilkan arus kas sewa kali ini adalah unit pemroses grafis (GPU) mutakhir. Dengan proyeksi belanja modal Amazon yang diperkirakan menyentuh angka $220 miliar sepanjang tahun ini—sebagian besar untuk infrastruktur cloud dan AI—skema pendanaan eksternal memungkinkan ekspansi kapasitas komputasi terus berjalan tanpa membengkakkan rasio utang langsung perusahaan.
Manuver Amazon ini mempertegas tren baru di mana infrastruktur fisik AI bertransformasi menjadi kelas aset investasi tersendiri di Wall Street. Sehari sebelumnya, Anthropic juga mengumumkan fasilitas pinjaman hingga 1 triliun pada 2030, skema SPV dan sewa balik seperti yang dipelopori Amazon diprediksi akan diadopsi secara luas oleh para pemain raksasa hyperscaler lainnya.