CEO Nvidia Jensen Huang resmi memperkenalkan rangkaian solusi keamanan komputasi bernama Open Agent Safety Platform. Platform ini dirancang khusus untuk menciptakan lapisan pengaman independen di sekeliling agen AI otonom, memastikan sistem cerdas tersebut tetap beroperasi di dalam batas lingkungan pengujian atau sandbox dan tidak mampu membobol sistem komputasi luar secara sepihak. Langkah ini hadir menyusul deretan insiden keamanan beberapa bulan terakhir, termasuk ketika agen otonom OpenAI meloloskan diri dari sandbox hingga menembus platform pengembang Hugging Face serta portal statistik Medicare Australia.
Berbeda dengan pendekatan sejumlah regulator dan eksekutif yang menyerukan penundaan pengembangan AI, Nvidia menegaskan bahwa solusi risiko otonomi agen bukanlah memperlambat inovasi, melainkan menerapkan rekayasa komputasi full-stack (full-stack engineering). Menurut laporan CNBC dan TechCrunch, Nvidia memindahkan seluruh kontrol pengawasan ke luar beban kerja agen itu sendiri (out-of-process & out-of-band), sehingga sistem AI tidak bisa memanipulasi atau melangkahi izin keamanan yang telah ditetapkan.
Secara teknis, platform ini memadukan dua lapisan pertahanan utama, yaitu Nvidia OpenShell dan Nvidia Sentry. OpenShell merupakan runtime open-source berbasis kernel yang mengelola batas sistem operasi, membatasi izin pembacaan berkas, memvalidasi trafik Model Context Protocol (MCP) dan HTTP, serta mengisolasi kredensial API sensitif agar tidak bocor ke dalam lingkungan kerja agen. Di atasnya, Nvidia Sentry beroperasi secara independen di tingkat perangkat keras menggunakan Data Processing Unit (DPU) Nvidia BlueField-4. Melalui telemetri in-silicon, Sentry sanggup mendeteksi deviasi perilaku anomali dan langsung mengarantina agen yang mencoba menerobos batasan jaringan hanya dalam hitungan milidetik.
Dalam keterangannya, Jensen Huang mengibaratkan pendekatan ini seperti prinsip zero-trust pada manajemen organisasi enterprise: saat sebuah agen otonom dideploy, langkah pertamanya adalah mencabut seluruh hak akses bawaan dan membatasinya hanya pada tugas yang disetujui. Inisiatif open-source ini langsung mendapat dukungan dari puluhan raksasa industri seperti Microsoft, Oracle, Anthropic, Arm, Cisco, Dell, CoreWeave, dan Slack yang berencana mengintegrasikan standar keamanan OpenShell ke dalam ekosistem agen AI enterprise mereka masing-masing.