SpaceX Siapkan Peluncuran Starlink V3 Lewat Starship 14 di Tengah Mandeknya Satelit Internet Amazon Leo

SpaceX bersiap meluncurkan 26 satelit Starlink V3 berkapasitas 1 Tbps menggunakan uji terbang orbital Starship Flight 14, memperlebar jarak dari proyek satelit Amazon Leo yang tengah tersendat.

> date: 2026-09-28 | > source: The Verge & SpaceX | > 2m read
#spacex #starlink #starship #amazon-leo #satelit
SpaceX Siapkan Peluncuran Starlink V3 Lewat Starship 14 di Tengah Mandeknya Satelit Internet Amazon Leo

SpaceX tengah bersiap menggelar misi Starship Flight 14 dari fasilitas Starbase di Texas. Uji terbang kali ini menjadi tonggak sejarah baru karena menandai upaya pertama Starship untuk mencapai orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit/LEO) secara penuh sekaligus mengangkut muatan operasional perdananya, yakni 26 unit satelit generasi terbaru Starlink V3.

Satelit Starlink V3 membawa peningkatan kapasitas yang sangat masif dibandingkan pendahulunya. Menurut rilis teknis SpaceX, tiap satelit V3 memiliki throughput bandwidth hingga 1 Tbps—sekitar 10 kali lipat lebih besar dibanding muatan batch V2 Mini yang biasa diangkut roket Falcon 9. Kehadiran 26 unit satelit baru ini langsung menambah total kapasitas jaringan konstelasi Starlink global sekitar 3 persen hanya dalam satu kali penerbangan. Setelah dilepaskan dari kompartemen kargo Starship di orbit, satelit-satelit ini akan membentangkan antena dan panel surya untuk segera terhubung melalui tautan laser antar-satelit.

Kemajuan pesat SpaceX ini kontras dengan kondisi proyek satelit internet pesaing milik Amazon, yakni Project Leo. Seperti dilaporkan oleh The Verge, upaya Amazon untuk mengejar dominasi Starlink kian terhambat oleh berbagai kendala pada mitra peluncurnya. Sudah lebih dari 12 pekan Amazon tidak menambah armada satelitnya sejak peluncuran terakhir pada awal Juli 2026, sehingga total satelit Leo di orbit masih tertahan di angka 396 unit—sangat jauh tertinggal dibandingkan konstelasi Starlink yang kini telah melampaui 11.000 satelit aktif.

Hambatan utama Amazon bersumber dari krisis ketersediaan roket peluncur. Roket Vulcan milik United Launch Alliance (ULA) masih dilarang terbang (grounded) oleh US Space Force sejak Februari 2026 menyusul anomali pada booster. Di saat yang sama, roket New Glenn kepunyaan Blue Origin milik Jeff Bezos juga belum bisa beroperasi usai landasan peluncuran tunggalnya hancur pada Mei lalu. Sementara itu, rencana penerbangan menggunakan roket Ariane 6 milik Arianespace terpaksa ditunda hingga akhir 2026 akibat masalah komponen. Situasi ini membuat target awal Amazon untuk mengaktifkan layanan komersial pada pertengahan 2026 terlewat tanpa kepastian, memberi ruang leluasa bagi SpaceX untuk terus memperkuat cengkeraman pasarnya di industri internet satelit global.