Penyedia layanan identifikasi nomor telepon asal Swedia, Truecaller, resmi memperluas jangkauan sistem deteksi penipuannya ke ranah web terbuka melalui peluncuran platform baru bernama Scam Checker. Layanan ini memungkinkan siapa saja memeriksa nomor telepon mencurigakan, tautan URL, hingga isi pesan teks secara cuma-cuma melalui peramban web dan perangkat Android tanpa kewajiban mengunduh aplikasi utama maupun melakukan login akun. Langkah ini menandai transformasi strategis Truecaller yang selama lebih dari satu dekade berfokus pada aplikasi seluler dengan basis lebih dari 500 juta pengguna global.
Secara teknis, Scam Checker bekerja dengan menganalisis tautan yang dicurigai sebagai sarana phishing atau scam. Sistem akan mengurai shortlink (pemendek tautan) dan menelusuri rantai redirect hingga menemukan domain tujuan akhir, sebelum mencocokkannya ke database risiko milik Truecaller serta sinyal fraud lainnya. Pengguna juga dapat menempelkan salinan pesan teks lengkap ke kolom pencarian; sistem kemudian secara otomatis mengekstrak nomor telepon atau URL di dalamnya untuk disinkronkan dengan laporan komunitas ScamFeed. Jika nomor tersebut sudah pernah dilaporkan pengguna lain, riwayat indikasi penipuan akan langsung ditampilkan di layar.
Ekspansi ke platform web ini didorong oleh perubahan pola kejahatan siber yang semakin jarang bertumpu pada panggilan telepon suara konvensional. Data survei GSMA mencatat bahwa 46% korban penipuan dihubungi melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp dan Telegram, 37% melalui SMS, dan hanya 32% lewat panggilan suara. CEO Truecaller Rishit Jhunjhunwala menjelaskan bahwa masyarakat cenderung mencari verifikasi cepat di mesin pencari web saat menerima tangkapan layar atau pesan mencurigakan dari kerabat, sehingga perlindungan penipuan harus hadir langsung di tempat pengguna mencari informasi.
Langkah diversifikasi ini juga dipicu oleh meningkatnya tekanan persaingan dan regulasi terhadap bisnis inti caller ID Truecaller, khususnya di India yang merupakan pasar terbesarnya dengan 350 juta pengguna. Operator telekomunikasi di India tengah menggelar sistem Calling Name Presentation yang didukung pemerintah, sementara Apple dan Google terus memperkuat fitur proteksi spam bawaan pada iOS dan Android. Untuk tahap awal, Scam Checker mulai digulirkan di India dan dijadwalkan segera hadir di kawasan Asia Tenggara, Amerika Latin, serta Timur Tengah dan Afrika.