Crusoe Batalkan Kontrak Turbin $1,25 Miliar dari Boom Supersonic untuk Pasokan Listrik Data Center AI

Crusoe membatalkan kesepakatan $1,25 miliar pembelian 29 turbin gas Boom Supersonic untuk beralih ke bauran listrik fleksibel di kampus data center AI mereka.

> date: 2026-09-26 | > source: TechCrunch | > 2m read
#ai #datacenter #crusoe #energy #hardware
Crusoe Batalkan Kontrak Turbin $1,25 Miliar dari Boom Supersonic untuk Pasokan Listrik Data Center AI

Pengembang infrastruktur pusat data kecerdasan buatan, Crusoe, resmi mengakhiri kemitraan bernilai $1,25 miliar dengan Boom Supersonic untuk pengadaan 29 unit turbin gas stasioner. Kesepakatan yang awalnya digadang-gadang sebagai terobosan pasokan listrik mandiri berkapasitas 1,21 gigawatt (GW) bagi fasilitas komputasi AI tersebut kini resmi dibatalkan setelah kedua perusahaan sepakat bahwa turbin eksperimental ini tidak lagi cocok dengan peta jalan jangka pendek Crusoe.

Turbin bernama Superpower itu sejatinya dirancang Boom dengan mengadaptasi sekitar 80 persen komponen mesin jet supersonik Symphony miliknya. Rencana awalnya, unit pembangkit listrik berdaya 42 megawatt per turbin tersebut mulai dikirim pada 2027 untuk memasok listrik kampus komputasi raksasa Crusoe di Abilene, Texas—kompleks utama yang menyokong beban kerja OpenAI dan Oracle. Namun, CEO Boom Blake Scholl mengonfirmasi lewat pengumuman publik bahwa bauran energi utama Crusoe di Abilene telah bergeser ke opsi lain sehingga skema kemitraan peluncuran tidak lagi dilanjutkan.

Juru bicara Crusoe, Andrew Schmitt, menegaskan bahwa strategi perusahaan selalu mengedepankan pendekatan power-first, di mana pasokan energi disesuaikan secara dinamis untuk tiap lokasi fasilitas AI. Seiring bertambahnya portofolio kampus komputasi mereka yang baru saja disuntik pendanaan segar $3,9 miliar, Crusoe memilih bauran yang lebih fleksibel antara sambungan jaringan listrik publik (grid), tenaga angin, panel surya, dan baterai penyimpan daya, sementara turbin gas konvensional tetap dipertahankan sebatas sistem cadangan (backup power).

Bagi Boom Supersonic, pembatalan ini menjadi pukulan tersendiri mengingat pesanan perdana Crusoe ditargetkan menjadi mesin pencetak laba untuk mendanai riset pesawat penumpang supersonik Overture. Kendati demikian, Boom menyatakan masih memiliki antrean pengiriman 250 megawatt ke klien lain pada 2027 dan membidik kapasitas 1 GW pada 2028. Peristiwa ini mencerminkan tingginya dinamika industri data center AI global dalam mengamankan sumber listrik stabil di tengah lonjakan konsumsi daya komputasi skala besar.