Qualcomm memperkenalkan dua chipset seluler flagship terbarunya, Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Keduanya menjadi prosesor komersial pertama di dunia yang diproduksi dengan teknologi fabrikasi 2-nanometer (2nm) dari TSMC, sekaligus menembus batas frekuensi prime core CPU hingga 5,0 GHz pada perangkat seluler.
Pada varian Extreme, Qualcomm membenamkan CPU Oryon generasi baru yang menjanjikan peningkatan performa sebesar 10% dengan efisiensi daya hingga 37% lebih hemat. GPU Adreno yang didesain ulang juga memberikan lonjakan performa grafis 35%, didukung unit pemrosesan matriks khusus untuk rendering dan komputasi visual tingkat lanjut.
Pembaruan paling menonjol terletak pada NPU Hexagon yang kini memiliki memory pool 50% lebih lega. Arsitektur ini dirancang khusus untuk menjalankan model AI Mixture-of-Experts (MoE) berukuran hingga 30 miliar parameter langsung di dalam memori smartphone tanpa memerlukan koneksi cloud.
Pabrikan global seperti Motorola, Xiaomi, dan ZTE dikonfirmasi menjadi pengadopsi awal silikon 2nm ini. Kehadiran chipset ini membuka babak baru bagi ekosistem agentic AI on-device, di mana pemrosesan multimodal dan asisten cerdas berkonteks panjang dapat berjalan dengan latensi rendah sekaligus menjaga privasi data sensitif tetap di perangkat.